Depok – Rabu (8/10/2025), BPOM dan BSSN melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penempatan Lulusan Politeknik Siber dan Sandi Negara (SSN) di lingkungan BPOM. Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Utama BPOM Jayadi dan Sekretaris Utama BSSN Y.B Susilo Wibowo.
Penempatan ini merupakan bagian dari program kerja sama dengan mengalokasikan 15 lulusan Politeknik SSN pada 4 instansi pemerintah, yakni Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Kementerian Pertanian, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta BPOM. Kerja sama penempatan ini juga merupakan bentuk tindak lanjut Nota Kesepahaman mengenai perlindungan informasi dan transaksi elektronik dalam pengawasan obat dan makanan, yang telah disepakati BPOM dan BSSN pada Januari 2024.
Sekretaris Utama BPOM Jayadi, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi dengan BSSN. Ia menilai kerja sama ini memiliki makna strategis dalam memperkuat transformasi digital lembaga.
“Kerja sama ini bukan hanya sebatas penempatan sumber daya manusia (SDM), tetapi langkah strategis dan penuh makna dalam perjalanan transformasi digital BPOM,” tutur Jayadi.
Jayadi menegaskan bahwa seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi dalam pengawasan obat dan makanan, ancaman terhadap keamanan siber juga meningkat. Oleh karena itu, hadirnya lulusan Politeknik SSN menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan dan keamanan siber di lingkungan BPOM.
“Transformasi digital tidak akan bermakna tanpa ketahanan dan keamanan siber yang kuat. Kami menyambut baik dukungan dari BSSN karena para lulusan Politeknik SSN merupakan talenta terbaik bangsa, dengan kemampuan teknis dan integritas tinggi,” tambahnya.
Wakil Kepala BSSN A. Rachmad Wibowo hadir dan menyaksikan penandatanganan PKS antara BPOM dan BSSN. Dalam sambutannya, Rachmad Wibowo menjelaskan bahwa program penempatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem keamanan siber nasional melalui penyebaran SDM ahli ke berbagai instansi pemerintah.
“Kami berharap para lulusan Politeknik SSN dapat menjadi ujung tombak dalam menjaga keamanan sistem informasi di instansi tempat mereka bertugas. Sinergi antar-lembaga menjadi kunci dalam mewujudkan pemerintahan digital yang aman dan berdaulat,” ujarnya.
Dari Kick Off Meeting Alokasi Lulusan Politeknik Siber dan Sandi Negara oleh BSN, 4 orang Sandiman Ahli Pertama ditempatkan di Direktorat Siber Obat dan Makanan serta Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan BPOM. Sebelumnya, kebutuhan jabatan Sandiman yang ada di BPOM dipenuhi melalui mekanisme mutasi dari BSSN dan penerimaan pegawai baru melalui seleksi CPNS umum.
Dalam perjanjian kerja sama yang telah disepakati bersama, BPOM berkewajiban memberikan pembinaan dan fasilitas bagi para lulusan Politeknik SSN yang ditempatkan di lingkungan BPOM. Pembinaan yang diperlukan mencakup bimbingan teknis, pengembangan kompetensi, serta penempatan sesuai kualifikasi keahliannya di bidang keamanan siber dan sandi.
Implementasi PKS ini menjadi bukti nyata sinergi antar lembaga pemerintah dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis elektronik. BPOM meyakini bahwa generasi muda lulusan Politeknik SSN tidak hanya memiliki kemampuan teknis di bidang kriptografi, jaringan, dan keamanan sistem. Namun, mereka diharapkan menjadi aset SDM yang telah ditempa dengan nilai-nilai disiplin, nasionalisme, dan integritas tinggi, untuk mendukung peningkatan efektivitas pengawasan obat dan makanan, terutama dari jalur digital.
“Kami percaya sinergi ini adalah langkah awal menuju masa depan yang lebih aman, cerdas, dan berintegritas dalam pengelolaan pemerintahan digital,” tutup Jayadi. (HM-Zalfa/HM-Herma)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
