Jakarta – Kepala BPOM turut hadir pada kegiatan silaturahmi, jalan sehat, dan diskusi pembangunan hukum bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang diselenggarakan di Lapangan Biru Kementerian Hukum, Minggu (23/8/2026). Kegiatan yang dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra tersebut diikuti oleh sivitas akademika dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan hukum nasional dan penguatan sinergi penegakan hukum di bidang obat dan makanan.
Kegiatan Jalan Sehat Keluarga Besar HMI (KB-HMI) tersebut tidak hanya menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi antaralumni HMI, tetapi juga dilanjutkan dengan diskusi pembangunan hukum bersama Hakim Mahkamah Konstitusi Arsul Sani. Forum diskusi ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai berbagai tantangan hukum nasional serta peran berbagai elemen bangsa dalam mendukung penguatan sistem hukum yang berkeadilan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi keluarga besar alumni HMI, tetapi juga memberikan kontribusi melalui diskusi dan pemikiran strategis mengenai pembangunan hukum nasional.
“Harapannya kegiatan ini tidak hanya untuk mempererat silaturahmi alumni HMI dalam kegiatan jalan sehat, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas, terutama melalui kegiatan diskusi pembangunan hukum bersama Hakim Mahkamah Konstitusi Arsul Sani,” ujar Yusril.
Dalam kesempatan tersebut, BPOM menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di bidang obat dan makanan. Sebagai lembaga yang memiliki mandat dalam memastikan keamanan, khasiat, dan mutu obat serta keamanan pangan yang beredar di masyarakat, BPOM terus membangun sinergi dengan kementerian/lembaga, aparat penegak hukum, akademisi, dan organisasi masyarakat.
Keterlibatan BPOM dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya dalam mendukung penegakan hukum yang efektif terhadap pelanggaran di bidang obat dan makanan. Sinergi antara regulator dan pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menghadirkan perlindungan masyarakat secara optimal.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan bahwa pengawasan obat dan makanan membutuhkan kerja bersama seluruh elemen bangsa. “Penguatan penegakan hukum harus berjalan seiring dengan kolaborasi dan partisipasi masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat menghadirkan perlindungan yang lebih optimal agar masyarakat memperoleh obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berkhasiat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan silaturahmi dan diskusi pembangunan hukum tersebut, BPOM berharap hubungan kelembagaan dengan berbagai pihak semakin kuat. Kolaborasi yang terbangun menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi pengawasan obat dan makanan serta mewujudkan sistem pengawasan yang efektif, responsif, dan berkelanjutan. (HM-Rasyad)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
