Jakarta – BPOM menerima delegasi General Court of Audit (GCA) Arab Saudi dalam rangka study visit di BPOM pada Senin (23/2/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari secondment (penugasan) GCA Arab Saudi di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) yang berlangsung dari 26 Januari hingga 13 Maret 2026. Kehadiran delegasi Arab Saudi ke BPOM didampingi oleh tim pemeriksa dari BPK RI.
Program secondment yang tengah dilakukan GCA Arab Saudi bertujuan untuk mempelajari mekanisme pemeriksaan laporan keuangan pemerintah berbasis akuntansi aktual, khususnya terkait pengadaan barang/jasa pemerintah dan metodologi pemeriksaannya. Kunjungan ke BPOM merupakan bagian dari tahap pemeriksaan lapangan yang dilakukan bersama tim auditor BPK RI.
Delegasi GCA Arab Saudi yang diwakili oleh Nawaf Al Sadon dan Abdul Rahman Alanazi disambut oleh Inspektur Utama BPOM Yan Setiadi, Inspektur I Adam P.W.A. Wibowo, Inspektur II Yudianto, Kepala Biro Umum Asih Liza Restanti, dan Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (Biro KSHM) BPOM Lynda K. Wardhani, beserta jajaran. Dalam sambutannya, Inspektur Utama BPOM Yan Setiadi menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk nyata sinergi antarlembaga audit internasional.
Yan Setiadi, mewakili BPOM, menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh BPK RI untuk menjadi mitra belajar bagi delegasi GCA Arab Saudi dalam memahami tata kelola pengadaan barang/jasa di lingkungan pemerintahan Indonesia. “Kunjungan ini adalah kesempatan berharga untuk saling berbagi praktik terbaik dalam pengawasan dan tata kelola keuangan publik. Indonesia dan Arab Saudi memiliki nilai-nilai yang sama dalam hal integritas dan akuntabilitas pelayanan publik,” ujarnya.
Komitmen BPOM terhadap integritas pengadaan tercermin dari sejumlah capaian. Beberapa di antaranya berupa perolehan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI selama 12 tahun berturut-turut, serta predikat hijau dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan skor di atas 80.
Selanjutnya, Kepala Biro KSHM Lynda K. Wardhani memaparkan gambaran umum mengenai peran dan fungsi BPOM sebagai lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas mengawasi peredaran obat dan makanan di Indonesia. Lynda juga menyampaikan mengenai capaian BPOM yang meraih status WHO Listed Authority (WLA), sebuah pengakuan internasional atas kapasitas regulatori BPOM. “Selain itu, BPOM telah menjalin 22 MoU internasional, termasuk dengan Saudi Food and Drug Authority (SFDA), yang mencerminkan eratnya hubungan kerja sama kedua negara di bidang pengawasan obat dan pangan,” paparnya lebih lanjut.
Sesi berikutnya diisi dengan paparan mengenai proses pengadaan barang/jasa oleh Kepala Biro Umum Asih Liza Restanti. Delegasi mendapatkan pemaparan menyeluruh mulai dari regulasi yang berlaku, alur proses bisnis, desain pengendalian internal, hingga implementasinya. BPOM menjelaskan bahwa seluruh proses pengadaan dilaksanakan secara elektronik melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) dan e-Katalog yang wajib digunakan oleh seluruh kementerian/lembaga di Indonesia sebagai upaya mewujudkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Pada sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif, Delegasi GCA menyampaikan bahwa sistem pengadaan Arab Saudi memiliki banyak kesamaan dengan Indonesia, termasuk dalam hal mekanisme pengumuman publik dan proses verifikasi oleh fungsi keuangan. Dari sisi BPOM, berbagai tantangan juga disampaikan, mulai dari keterbatasan vendor alat laboratorium berstandar internasional, ketersediaan anggaran, hingga perlunya penguatan tenaga pengadaan di daerah.
Delegasi GCA kemudian melakukan site visit ke 2 lokasi strategis di lingkungan BPOM, yaitu BPOM Command Center (BCC) serta Laboratorium Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) BPOM. Dari kunjungan tersebut, Delegasi GCA memperoleh gambaran nyata mengenai proses pengadaan peralatan laboratorium berstandar internasional beserta pengendaliannya, yang pelaksanaannya dikelola dan dimonitor secara real-time.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyambut baik adanya kegiatan ini. Menurut Taruna, pertemuan dan diskusi bersama Delegasi GCA tersebut mempererat hubungan dan dukungan kedua lembaga dalam penguatan kerja sama antara kedua negara. “Struktur pemerintahan Indonesia-Arab Saudi mirip karena sesama mayoritas Muslim. Kami bekerja dan melayani masyarakat dengan spirit Muslim, berkomitmen untuk melakukan yang terbaik bagi masyarakat, sebagai bagian ibadah yang akan dipertanggungjawabkan di dunia dan di akhirat,” tutur Taruna.
Kepala Subdirektorat Pemeriksaan VI.A.2 BPK RI Rahmi Dwi Istanti yang hadir mendampingi kunjungan para Delegasi GCA mengapresiasi rangkaian kunjungan yang dilaksanakan ke BPOM sebagai kunjungan yang paling komprehensif. Melalui kegiatan ini, BPOM berharap dapat terus memperkuat kapasitas pengawasan internal sekaligus mempererat hubungan kelembagaan antara Indonesia dan Arab Saudi. (KS-Tommi/HM-Herma)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
