Suarakan Penguatan Uji Klinik, BPOM Hadir di Panggung Kesehatan Dunia DIA Global Annual Meeting 2026

28-06-2026 Kerjasama dan Humas Dilihat 711 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Philadelphia, Amerika Serikat - BPOM berperan aktif dalam Drug Information Association (DIA) Global Annual Meeting 2026, yang diselenggarakan di Pennsylvania Convention Center, Philadelphia, Amerika Serikat. Kepala BPOM Taruna Ikrar melalui paparan video menyampaikan visi dan capaian Indonesia dalam membangun ekosistem uji klinik yang tepercaya di tingkat global pada Rabu (17/6/2026). Pada forum tersebut, Kepala BPOM didampingi Direktur Registrasi Obat BPOM Tri Asti Isnariani yang hadir langsung mewakili BPOM.

Tahun ini, DIA Global Annual Meeting 2026 berlangsung pada 14–18 Juni 2026. DIA Global Annual Meeting merupakan salah satu forum internasional paling bergengsi di bidang pengembangan obat, yang mempertemukan lebih dari 4.000 profesional dari regulator, industri farmasi, akademisi, peneliti, organisasi riset kontrak, dan advokasi pasien. Forum yang terbagi dalam ratusan sesi ilmiah ini membahas topik-topik terkini mulai dari regulasi berbasis kecerdasan buatan, harmonisasi standar uji klinik antarnegara, hingga inovasi pengawasan keamanan obat.

Melalui paparan video, Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan potensi besar Indonesia sebagai destinasi uji klinik global yang didukung oleh keragaman etnis dari 280 juta jiwa populasi, ribuan fasilitas kesehatan, serta ekosistem riset yang terus berkembang pesat. Ia juga menyampaikan capaian bersejarah BPOM yang berhasil meraih status WHO-Listed Authority (WLA) sebagai otoritas regulatori independen pertama dari negara berkembang melalui penguatan regulasi serta harmonisasi standar internasional.

Lebih lanjut, Taruna Ikrar menjelaskan langkah BPOM dalam mendorong uji klinik terdesentralisasi berbasis teknologi digital serta memperkuat kolaborasi ABG (academia, business, government). Langkah ini tak lain dilakukan demi mewujudkan visi besar Indonesia yaitu bertransformasi dari sekadar pasar farmasi menjadi pusat inovasi dan uji klinik berkualitas tinggi yang tepercaya secara global.

Taruna Ikrar menutup paparannya dengan menegaskan arah besar yang ingin diwujudkan Indonesia ke depan: "Our vision for Indonesia is to evolve beyond being merely a pharmaceutical market and manufacturing base, and to emerge as a globally trusted hub for innovation and high-quality clinical trials." pungkasnya.

Direktur Registrasi Obat Tri Asti Isnariani yang hadir secara langsung di Philadelphia berperan sebagai narasumber teknis dalam sesi tersebut. Ia memaparkan secara lebih rinci mengenai mekanisme persetujuan pelaksanaan uji klinik (PPUK), obat pengembangan baru (OPB), serta inspeksi cara uji klinik yang baik (CUKB) yang menjadi instrumen pengawasan utama BPOM dalam ekosistem uji klinik nasional. Kehadiran langsung Tri Asti juga membuka kesempatan dialog interaktif dengan peserta forum dari berbagai negara yang ingin mengetahui lebih jauh tentang prosedur regulasi Indonesia.

Keterlibatan dan peran aktif BPOM dalam DIA Global Annual Meeting 2026 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memosisikan Indonesia sebagai mitra riset global yang andal, transparan, dan berdaya saing tinggi. Posisi dan peran aktif Indonesia ini merupakan komitmen dalam mewujudkan kemudahan akses masyarakat terhadap obat-obatan inovatif yang aman, bermutu, dan berkhasiat. (KS-Tommi)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana