Temuan Pangan Selama Ramadhan Mencapai Rp 6,9 Milyar

01-08-2013 Umum Dilihat 1653 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum

Meningkat tajam dari temuan dua tahun sebelumnya, tahun ini Badan POM menemukan sebanyak 171.887 kemasan pangan tidak memenuhi ketentuan (TMK) dengan nilai keekonomian diperkirakan mencapai 6,9 miliar rupiah. Temuan tersebut merupakan hasil intensifikasi pengawasan pangan selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1434 H.

Dijelaskan terperinci oleh Deputi Bidang Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Roy Sparringa, dalam konferensi pers yang diadakan 1 Agustus 2013, bahwa temuan tersebut didominasi oleh pangan tanpa izin edar (TIE) atau ilegal yang mencapai 76% dari temuan. Pangan ilegal ini banyak ditemukan di daerah perbatasan dan pelabuhan pintu masuk seperti Batam, Pekanbaru, dan Aceh. Jenis pangan ilegal yang banyak ditemukan antara lain cokelat, minuman berenergi, minuman kaleng, dan kembang gula yang berasal dari Malaysia, Thailand, Singapura, Italia, dan Jerman.

Berbeda dengan pangan olahan, temuan pengawasan jajanan buka puasa tahun 2013 mengalami penurunan. Dalam intensifikasi pengawasan yang dilakukan tiga minggu terakhir, hanya ditemukan 297 dari 2.256 sampel jajanan buka puasa yang tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan berbahaya, yaitu formalin, boraks, rhodamin-B, methanyl yellow, dan penggunaan pemanis buatan siklamat yang melebihi persyaratan.

Kegiatan konferensi pers kali ini turut dihadiri juga oleh Kepala Balai Besar/Balai POM seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga diliput melalui Video Conference (Vicon) sehingga dapat disaksikan oleh Karyawan Balai Besar/Balai POM di Seluruh Indonesia. Pada kesempatan ini juga Kepala Balai Besar POM di Pekanbaru, Kepala Balai POM di Jayapura, dan Kepala Balai POM di Batam menyampaikan hasil pengawasan pangan di masing-masing daerah.

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat


Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana