Training Inspektur Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) Junior

05-05-2012 Umum Dilihat 5218 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum

Keberhasilan fungsi pengawasan oleh pemerintah pada sarana distribusi sangat ditentukan oleh kemampuan dan pengalaman para Inspektur CDOB. Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Inspektur CDOB diperlukan kompetensi khusus bidang pengawasan CDOB, meliputi pengetahuan, ketrampilan dan perilaku yang berkaitan dengan tugas dan pekerjaannya. Untuk itu diperlukan program pendidikan dan pelatihan bagi Inspektur CDOB.

Pelatihan terhadap inspektur dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari Inspektur Junior yang nantinya dapat mengikuti training yang lebih tinggi yaitu Inspektur Senior dan akhirnya Inspektur Kepala/Nasional. Penjenjangan atau klasifikasi Inspektur CDOB selain berdasarkan masa kerja dan pengalamannya (track record), juga didasarkan pada kompetensinya setelah mengikuti pelatihan dan ujian kualifikasi pada jenjang yang lebih tinggi.

Terkait hal tersebut, Direktorat Pengawasan Distribusi PT dan PKRT menyelenggarakan Training Inspektur Junior pada 30 April – 4 Mei 2012 di Jakarta. Training diikuti oleh 31 peserta dari BB/BPOM di seluruh Indonesia (kecuali BPOM di Bengkulu) dan 7 peserta dari unit terkait di Badan POM.

Acara dibuka oleh Plh. Ibu Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan NAPZA, Dra. Antonia Retno Tyas Utami, Apt. Selama 5 hari tersebut, peserta mendapatkan materi dari beberapa nara sumber dan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ke sarana distribusi (PBF) dan sarana pelayanan kesehatan (apotek) yang telah ditunjuk.

Maksud dan tujuan acara ini yaitu tersedianya Inspektur Junior CDOB yang:

  1. Mampu memahami prinsip-prinsip dasar CDOB dalam proses pengawasan distribusi obat secara menyeluruh.
  2. Mampu memeriksa dan melakukan pengawasan rutin di sarana distribusi.
  3. Mampu memeriksa kondisi fisik obat atau bahan obat sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
  4. Mampu menelusuri dan menentukan penyebab berbagai masalah yang berkaitan dengan mutu produk.
  5. Mampu mengambil sampel secara benar untuk tujuan analisa sesuai dengan ketentuan yang berlaku atau mengambil sampel yang diduga tidak memenuhi syarat atau diduga palsu pada saat pemeriksaan.

 

Direktorat Pengawasan Distribusi PT & PKRT

 

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana