Transformasi Kepemimpinan Dimulai dari Diri: Kepala BPOM Gaungkan Neuroleadership

28-07-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 598 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

JakartaKepala BPOM Taruna Ikrar terus mengakselerasi transformasi organisasi melalui penguatan kepemimpinan dan budaya kerja yang harmonis. Hal ini salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Agent of Change Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (P3OMN) bertajuk “Menghargai Jejak Pengabdian: Transformasi Leadership untuk Generasi Berikutnya” pada Senin (28/7/2025).

Kegiatan yang dihadiri secara hybrid oleh jajaran pegawai P3OMN beserta pimpinan dari unit pelaksana teknis (UPT) BPOM ini diawali dengan keynote speech oleh Kepala BPOM Taruna Ikrar. Ia menyampaikan paparan yang mengangkat tema tentang “Kepemimpinan Indonesia Modern Berbasis Neuroleadership”.

Dalam paparannya, Kepala BPOM menekankan pentingnya pendekatan neuroleadership dalam manajemen dan transformasi organisasi. “Kepemimpinan bukan sekadar peran struktural, melainkan proses sadar yang membutuhkan logika, etika, dan empati. Neuroleadership menjadi pencerahan baru yang tidak meninggalkan sisi kemanusiaan karena sejatinya, tujuan kepemimpinan adalah kasih, karunia, dan cinta,” ujar Taruna Ikrar.

Taruna menambahkan bahwa pemimpin perlu mampu mengelola kompleksitas dan dinamika perubahan dengan bekal kognitif dan emosional yang seimbang. “Transformasi organisasi yang sejati dimulai dari transformasi dalam diri pemimpinnya,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan juga menghadirkan sesi motivasi dari Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia serta pendiri Rumah Perubahan Rhenald Kasali. Dalam sesi paparannya bertajuk “Menghargai Jejak Pengabdian, Transformasi Leadership dan Etos Kerja Harmonis untuk Generasi Berikutnya”, Rhenald Kasali mengajak seluruh peserta untuk menumbuhkan kembali semangat pengabdian dan kolaborasi lintas generasi.

“Pemimpin masa depan bukan hanya yang mampu mengambil keputusan, tetapi yang mampu menumbuhkan kepercayaan dan menyalakan semangat kolektif. Warisan kepemimpinan terbesar adalah nilai yang ditanamkan, bukan hanya jabatan yang diemban,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif William Adi Teja turut memberikan pembinaan kepada seluruh peserta yang hadir. Sebagai laboratorium rujukan nasional dan ASEAN serta diakui WHO untuk obat dan vaksin, P3OMN terus menunjukkan kinerja unggul dengan capaian 100% pada indikator kinerja utama tahun 2024 serta berbagai penghargaan bergengsi. Ini merupakan bukti P3OMN telah melakukan transformasi.

“Transformasi laboratorium tidak hanya pada teknologi, namun juga pada mentalitas kerja seluruh sumber daya manusianya. Ini adalah komitmen kita untuk menjadi rujukan nasional dan regional,” ujar William Adi Teja.

Melalui kegiatan ini, BPOM berharap seluruh SDM di lingkungan P3OMN dan UPT semakin siap dalam mendukung transformasi menuju organisasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima. Kegiatan ini juga menjadi momentum penghargaan atas kontribusi para pejabat struktural yang telah atau akan purnatugas. Juga menjadi momen pembinaan untuk seluruh pegawai P3OMN agar siap menghadapi tantangan pengembangan laboratorium pengujian obat dan makanan menuju kelas dunia. (HM-Rasyad)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana