Uji Petik BKPM, BPOM Tingkatkan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Tahun 2023

22-09-2023 Umum Dilihat 827 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta - BPOM menyambut kedatangan tim uji petik nominee dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kamis (21/09/2023). Tim BKPM terdiri dari Direktur Kerja Sama Pelaksanaan Berusaha Kementerian Investasi/BKPM, Jhonny Sakti Meyer Siburian; Staf Ahli Bidang Pengembangan Sektor Investasi Prioritas Kementerian Investasi/BKPM, Aries Indanarto, serta Pendamping Tim Kementerian Investasi/BKPM, Bambang Agus Setiawan. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka uji petik nominee kementerian/lembaga (K/L) terhadap kinerja penyelenggaraan percepatan pelaksanaan berusaha (PPB) Tahun 2023 di BPOM. BPOM merupakan salah satu di antara 8 K/L yang masuk dalam nominasi dengan kategori “Sangat Baik”.

Pemberian penghargaan terhadap Nomine Kementerian Negara/Lembaga yang berkinerja baik dalam penyelenggaraan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) merupakan tindak lanjut pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Berusaha dan Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2020 tentang Pemberian Penghargaan dan/atau Pengenaan Sanksi Kepada Kementerian Negara/Lembaga dan Pemerintah Daerah. Kemudian dalam Peraturan Menteri Investasi/Kepala BKPM Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Pemerintah Daerah serta Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Kementerian Negara/Lembaga juga diatur mengenai penilaian kinerja tersebut. 

Pada tahun 2023, Kementerian Investasi/BKPM melaksanakan kembali penilaian kinerja percepatan pelaksanaan berusaha (PPB) terhadap 18 (delapan belas) kementerian negara/lembaga yang memiliki kewenangan terkait dengan PPB. Hasil penilaian kinerja PPB kementerian/lembaga ini akan disampaikan kepada Menteri Keuangan sebagai salah satu pertimbangan dalam pemberian penghargaan dan/atau pengenaan sanksi kepada kementerian negara/lembaga.

“Terima kasih kepada BKPM dan tim surveyor atas ditetapkannya BPOM sebagai nominee yang masuk dalam kategori penilaian PPB Sangat Baik”, ucap Sekretaris Utama BPOM, Rita Mahyona didampingi oleh Plt. Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Prekursor dan Zat Adiktif, Togi J. Hutadjulu; dan Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Rita Endang. Sekretaris Utama menyampaikan bahwa BPOM senantiasa berkomitmen dalam meningkatkan kemudahan perizinan yang diberikan BPOM kepada pelaku usaha, dan mempersilakan tim uji petik untuk dapat melihat langsung pelayanan publik yang berjalan di BPOM. 

Tim BKPM didampingi oleh Direktur Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Dwiana Andayani dan Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Reghi Perdana meninjau sarana dan prasarana perizinan berusaha di Gedung Athena, gedung pelayanan publik BPOM. Pada kesempatan tersebut, tim BKPM melakukan wawancara dengan tim teknis dari unit kerja pelaksana perizinan berusaha di BPOM. Tim BKPM juga berdialog dengan perwakilan pelaku usaha yang mengurus perizinan melalui perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau sistem online single submission (OSS).

Perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau online single submission (OSS) merupakan perizinan berusaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS untuk dan atas nama menteri, pimpinan, lembaga, gubernur, atau bupati/walikota kepada pelaku usaha melalui sistem elektronik yang terintegrasi. Sistem pelayanan ini dikembangkan oleh BKPM untuk mempercepat pengurusan perizinan berusaha.

Sistem elektronik OSS-RBA bertujuan untuk menyederhanakan dan mempercepat proses perizinan usaha. Dengan sistem tersebut, izin usaha akan dikeluarkan melalui pendekatan risiko. Pelaku usaha hanya perlu mengurus perizinan sesuai tingkat risiko kegiatan usahanya. Sebagai contoh, kegiatan usaha berisiko rendah hanya memerlukan nomor induk berusaha (NIB), sedangkan kegiatan usaha berisiko tinggi memerlukan NIB sekaligus izin usaha.

Mengakhiri kunjungan di BPOM, tim BKPM mengucapkan terima kasih dan mendapatkan kesan menyenangkan selama kunjungan ke BPOM pada kegiatan uji petik nominee kali ini. “Uji petik ini, lebih tepatnya kami memastikan dengan kesesuaian dengan isian mandiri yang telah dilaksanakan oleh BPOM, hasilnya semua yang ditinjau sangat baik.” tutup Aries Indanarto. Pasca pelaksanaan uji petik ini, hasil peninjauan akan dibahas lebih lanjut di BKPM, beserta dengan penentuan pemenang. Para pemenang yang terpilih akan mendapatkan Penghargaan “Anugerah Layanan Investasi” dari BKPM. (HM-Rizky)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana