Waspada Pangan Jajanan Anak

28-08-2013 Umum Dilihat 2186 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum

“Ini adalah kedua kalinya Badan POM diundang Ditjen Bea dan cukai untuk berbagi pengetahuan tentang obat dan makanan”, demikian ungkap Kepala Biro Hukmas, Budi Djanu Purwanto, SH.,MH. mengawali acara talkshow “Badan POM Sahabat Ibu”. Sebelumnya, 28 Maret 2013, Badan POM berbagi pengetahuan tentang “Cara Cerdas Menggunakan Obat” kepada 90 orang anggota Dharma Wanita Ditjen Bea dan Cukai.

Badan POM dan Ditjen Bea dan Cukai, merupakan 2 instansi pemerintah yang memiliki komitmen untuk bersama-sama melindungi masyarakat dari produk yang berbahaya. Tetapi, te rbiasa melindungi masyarakat, bukan berarti lupa untuk melindungi diri sendiri , keluarga, dan lingkungan sekitar. Untuk itu, pada Jumat , 23 Agustus 2013 , bertempat di Auditorium A Kantor Pusat Ditjen Bea Cukai-Jakarta Timur, kembali Ditjen Bea dan Cukai mengundang Badan POM untuk berbagi pengetahuan tentang pangan.

Pada kesempatan tersebut, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan POM, DR. Roy A. Sparringa, M.App.Sc. hadir untuk berbagi pengetahuan dengan sekitar 150 orang karyawan/karyawati Ditjen Bea dan Cukai mengenai “Pangan Jajanan Anak”. Ada 5 kunci keamanan pangan yang harus diperhatikan, yaitu 1) beli pangan yang aman, 2) simpan pangan yang aman, 3) siapkan pangan dengan seksama, 4) sajikan pangan aman dan 5) pangan bersih selalu, demikian ungkap Pak Roy.

Deputi bidang pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya Badan POM juga mengajak karyawan/karyawati Ditjen Bea Cukai untuk terbiasa membaca label pangan sebelum membeli/mengkonsumsinya. Pastikan produk pangan tersebut terdaftar di Badan POM, ungkap pak Roy kembali.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Bea dan Cukai, Agung Kuswandono, juga hadir untuk memberi semangat kepada peserta talkshow. Selain materi mengenai pangan jajanan anak, peserta talkshow “Badan POM Sahabat Ibu” juga mendapatkan materi mengenai bagaimana cara memperoleh informasi obat dan makanan melalui website Badan POM, yang disampaikan oleh Kepala Bidang Teknologi Informasi – Pusat Informasi Obat dan Makanan Badan POM, Dra. Rita Endang, Apt., M.Kes.

Badan POM tidak mungkin dapat melakukan pengawasan obat dan makanan sendirian, terutama pengawasan obat dan makanan di daerah -daerah perbatasan . Ini merupakan PR bersama antara Badan POM dengan Ditjen Bea dan Cukai . Di akhir materinya, pak Roy mengajak masyarakat, termasuk karyawan/karyawati Ditjen Bea dan Cukai untuk menjadi konsumen yang cermat dan cerdas, sehingga mampu melindungi diri, keluarga, dan masyarakat dari obat dan makanan yang berisiko terhadap kesehatan. HM-05

 

Biro Hukmas

 

 

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana