Waspada Pangan Mengandung Bahan Berbahaya

26-07-2013 Umum Dilihat 2248 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum

15 dari 85 sampel makanan takjil berbuka puasa yang diuji menggunakan rapid test kit pada saat sidak Badan POM 24 Juli 2013, positif mengandung bahan berbahaya rhodamin B, boraks dan formalin. Ke-15 produk tersebut antara lain asinan sayur, tahu, cente manis warna warni, pacar cina, mi kuning, kerupuk merah, manisan pala, dan mi renyah. Selain itu, dalam sidak ini Badan POM juga menemukan 4 item pangan tanpa izin edar, 15 pangan tidak memenuhi ketentuan label, 2 item pangan rusak, dan 2 item pangan kedaluwarsa.

Sidak intensifikasi pengawasan selama Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri rutin digelar Badan POM setiap tahunnya. Intensifikasi pengawasan ini dilakukan untuk mengantisipasi peredaran pangan ilegal dan tidak memenuhi syarat. Sidak yang dipimpin oleh Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan POM, Roy Sparringa bersama Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan, Suratmono, serta Plh. Kepala Balai Besar POM di Jakarta, Sri Rahayu Apt., dilakukan di 2 pusat perbelanjaan ternama dan pusat penjualan makanan takjil di Jakarta.

Target pengawasan untuk pangan olahan adalah pangan tanpa izin edar (TIE), pangan kedaluwarsa, pangan dalam kondisi rusak (kaleng penyok, berkarat, dan lain-lain), pangan tidak memenuhi ketentuan (TMK) label termasuk label tanpa bahasa Indonesia, serta makanan takjil berbuka puasa yang dicurigai mengandung bahan berbahaya. 3 mobil laboratorium keliling milik Balai Besar POM di Jakarta, turut turun ke lapangan untuk menguji sampel yang diambil pada saat sidak.

Roy Sparringa menyampaikan bahwa masih maraknya peredaran pangan mengandung bahan berbahaya selama bulan Ramadhan antara lain disebabkan karena masih banyaknya permintaan dari masyarakat yang dimanfaatkan oleh produsen yang tidak bertanggung jawab. Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap bahaya rhodamin B, boraks, dan formalin juga menjadi sebab. Oleh karena itu, Badan POM mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen yang cermat dan cerdas. Biasakan untuk selalu membaca label pada kemasan produk sebelum membeli/ menggunakan, waspada terhadap produk pangan yang berwarna mencolok, waspada terhadap produk pangan yang tahan lama tanpa pengawet makanan, dll.

Badan POM akan menjatuhkan sanksi kepada produsen, distributor, atau agen yang memproduksi/menjual produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan. Sanksi yang dijatuhkan antara lain sanksi administratif berupa teguran keras, pembinaan, penarikan produk, dan pidana.

Biro Hukmas

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana