Wujud Tatalaksana Pemerintahan Melalui Rapat Komite Nasional Penilai Obat

04-09-2012 Umum Dilihat 2059 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum

Badan POM terus melakukan upaya pengawasan yang komprehensif, sejak pengadaan bahan obat, proses produksi, sampai pendistribusian dan penggunaan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan POM, Dra. Lucky S. Slamet, M.Sc pada pembukaan rapat Komite Nasional Penilai Obat yang diselenggarakan oleh Direktorat Penilaian obat dan Produk Biologi pada Senin, 3 September 2012.

Kegiatan yang diselenggarakan di hotel Aston Primera, Bandung tersebut dihadiri tidak kurang dari 59 peserta yang terdiri dari para pakar, baik dari anggota Komite Nasional Penilai Obat yang berasal Yogyakarta, Jakarta dan Bandung maupun para ahli di bidang mutu obat. Pada rapat ini pula diadakan acara halal bihalal diantara anggota Komite Nasional Penilai Obat. Komite Nasional Penilai Obatmerupakan komite yang dibentuk dan bertugas untuk membahas, merumuskan, memberikan pertimbangan dan keputusan hasil evaluasi obat melalui forum rapat berkala. Rekomendasi Komite Nasional Penilai Obat dan hasil evaluasi dokumen registrasi menjadi bahan pertimbangan Keputusan Kepala Badan atas permohonan registrasi obat.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan menekankan bahwa kompetensi dan profesionalisme keilmuan sangat diperlukan, baik oleh jajaran Badan POM maupun pakar terkait.Peningkatan sinergitas antara Badan POM dengan para pakar dalam mengevaluasi dan melakukan kajian pre-market terhadap obat dari aspek keamanan, khasiat, dan mutu serta dari aspek Cara PembuatanObat yang Baik (CPOB), merupakan salah satu strategi yang sangat penting dalam upaya penapisan produk obat sebelum beredar.

Dari hasil sinergitas tersebut, diharapkan akan diperoleh manfaat bukan hanya untuk masyarakat, tetapi juga bagi anggota Komite Nasional Penilai Obat maupun Badan POM dalam bentuk dukungan kepercayaan dari masyarakat.

Biro Hukmas

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana