Produk Pangan Yang Tidak Aman Dikonsumsi Karena Mengandung Pemanis Buatan

12-08-2014 Dilihat 63643 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

 

KLARIFIKASI

 

Sehubungan dengan adanya pemberitaan di berbagai media sosial mengenai ketidakamanan beberapa produk pangan yang mengandung pemanis buatan, Badan POM memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:

 

  1. Pengaturan tentang keamanan, mutu, gizi, dan label pangan yang dilakukan Badan POM dimaksudkan untuk perlindungan konsumen.
  2. Pemberian Nomor Izin Edar (NIE) yang diawali dengan tulisan BPOM RI MD atau BPOM RI ML menyatakan bahwa produk tersebut telah memenuhi persyaratan dan aman untuk dikonsumsi.
  3. Penggunaan pemanis buatan dalam produk pangan di Indonesia telah diatur dalam:
    1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 033 Tahun 2012 Tentang Bahan Tambahan Pangan; dan
    2. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) Pemanis.
  4. Paparan pemanis buatan pada kelompok masyarakat rentan, yaitu anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui perlu dikendalikan sebagai bentuk kehati-hatian, pencantuman peringatan pada label pangan yang mengandung pemanis buatan sangat diperlukan karena merupakan hak konsumen atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/ atau jasa, namun demikian sebagai konsumen cerdas, konsumen memiliki kewajiban untuk membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/jasa, demi keamanan dan keselamatan sebagaimana diamanatkan dalam UU Perlindungan Konsumen.
  5. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pencantuman peringatan “Mengandung pemanis buatan, disarankan tidak dikonsumsi oleh anak di bawah 5 (lima) tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui” merupakan upaya perlindungan dan penyediaan informasi bagi konsumen untuk membuat keputusan yang tepat dalam memilih pangan yang sesuai dengan kebutuhan.
  6. Kepada masyarakat dihimbau agar teliti dalam membaca label untuk mendapatkan manfaat dari pangan yang akan dikonsumsi dan jadilah konsumen yang cerdas serta tidak mudah terpengaruh oleh isu yang beredar di media sosial, masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Center Badan POM HALO BPOM 500533 atau  sms ke 081.21.9999.533 atau email: halobpom@pom.go.id

 

Demikian penjelasan ini disampaikan untuk dapat dimanfaatkan.

Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut atau menyampaikan pengaduan obat dan makanan, dapat menghubungi lapor.go.id, Contact Center HALOBPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, WhatsApp 0811-9181-533, e-mail halobpom@pom.go.id, Instagram @BPOM_RI, Facebook Page @bpom.official, Twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia.

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana