BPOM Bangun Kolaborasi dengan Civitas Academica, Dorong Jiwa Wirausaha di Lingkungan Perguruan Tinggi

08-12-2023 Dilihat 12656 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

SIARAN PERS

 

BPOM Bangun Kolaborasi dengan Civitas Academica,

Dorong Jiwa Wirausaha di Lingkungan Perguruan Tinggi

 

Depok – BPOM menjalin kolaborasi dengan Universitas Indonesia (UI) dalam mendorong penguatan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor obat bahan alam dan kosmetik. Kolaborasi ini ditunjukkan melalui kegiatan yang diselenggarakan di Auditorium Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) UI pada hari Jumat (8/12/2023), yaitu BPOM-UI: Entrepreneurship Day dengan mengangkat tema “Wellness Entrepreneur: Start Your Business”. Kolaborasi ini bertujuan mendorong pertumbuhan usaha rintisan (start-up) UMKM obat bahan alam dan kosmetik dalam rangka mendukung pengembangan wellness tourism di Indonesia.

Saat ini, perguruan tinggi memiliki tantangan untuk bertransformasi, tidak hanya berorientasi kepada riset dan pembelajaran, namun juga membangun misi sebagai entrepreneurial university yang memiliki jiwa dan pola pikir kewirausahaan. Aktivitas yang dilakukan perguruan tinggi sebagai entrepreneurial university dalam melaksanakan fungsi Tridharma Perguruan Tinggi harus berorientasi pada inovasi, penciptaan nilai, dan manfaat bagi masyarakat dan penciptaan lapangan kerja. Salah satu indikator penting terlaksananya entrepreneurial university, yaitu kemitraan yang aktif dengan lembaga, pelaku UMKM, pelaku bisnis, ataupun organisasi publik.

“Sebagai pusat riset dan inovasi, perguruan tinggi berpotensi besar untuk berkontribusi dalam penciptaan produk obat bahan alam dan kosmetik melalui proses komersialisasi produk hasil riset. Karena itu, BPOM menghadirkan BPOM-Campus: Wellness Entrepreneurship Program sebagai bentuk kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam menggerakkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa untuk memulai usaha di bidang obat bahan alam dan kosmetik,” papar Plt. Kepala BPOM RI, L. Rizka Andalucia, yang hadir secara langsung membuka kegiatan hari ini.

Sebagai pilot project, tahun 2023 ini BPOM bekerja sama dengan UI melalui Fakultas Farmasi UI sebagai salah satu fakultas yang mendukung misi UI menjadi entrepreneurial university guna menjawab tuntutan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Fakultas Farmasi UI memiliki program pharmapreneur, yaitu kewirausahaan yang terkait dengan aktivitas-aktivitas kefarmasian melalui telefarmasi, distribusi dan pemasaran, inovasi produk farmasi, serta pendidikan dan pelatihan.

Menandai dimulainya kerja sama, pada kesempatan ini dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara BPOM dengan Fakultas Farmasi UI tentang pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha di bidang obat bahan alam, suplemen kesehatan dan kosmetik. Penandatanganan dilakukan oleh Plt. Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM, Reri Indriani dan Dekan Fakultas Farmasi UI, Arry Yanuar, dengan disaksikan oleh Plt. Kepala BPOM RI dan Sekretaris Universitas Indonesia, Agustin Kusumayati yang mewakili Rektor Universitas Indonesia.

Program ini juga menjadi bentuk implementasi dari memorandum of understanding (MoU) BPOM dengan UI Nomor KS.01.02.1.2.06.21.08 /Nomor 43/NKB/R/UI/2021 tentang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat di Bidang Pengawasan Obat dan Makanan yang ditandatangani pada tahun 2021. Salah satu ruang lingkup MoU tersebut terkait dengan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan daya saing produk obat dan makanan, terutama produk UMKM.

Berkaca dari momen pandemi COVID-19, keberadaan UMKM telah terbukti mampu menjadi penggerak perekonomian rakyat dan salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia. BPOM turut menjadikan upaya penguatan pemberberdayaan UMKM sebagai salah satu program prioritas, khususnya pada sektor UMKM obat bahan alam dan kosmetik.

Sebagai langkah awal, program ini akan dilaksanakan selama lima tahun hingga 2027 mendatang. Kegiatan yang akan dilakukan meliputi bimbingan teknis hingga pendampingan start-up, serta UMKM binaan kampus dalam pengembangan produk obat bahan alam dan kosmetik. Ke depannya, wellness entrepreneurship program ini akan dilaksanakan oleh BPOM pusat dan unit pelaksana teknis BPOM, bekerja sama dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kriteria perguruan tinggi yang menjadi target kolaborasi, yaitu memiliki (1) Fakultas Farmasi, Fakultas Teknologi Hasil Pertanian, dan/atau rumpun sejenis, (2) misi entrepreneurial university, (3) program pengembangan usaha, dan (4) MoU dengan BPOM.

Mayoritas produsen obat bahan alam dan kosmetik tematik adalah kelompok UMKM. Hal ini dapat dilihat dari usaha mikro obat tradisional (UMOT) pada tahun 2023 yang tumbuh 51% dibandingkan tahun 2020. Selain itu, 87% produsen kosmetik adalah UMKM yang juga terus menunjukkan tren peningkatan.  

BPOM juga mencatat terjadinya peningkatan jumlah produk obat bahan alam dan kosmetik yang terdaftar di BPOM, yang menunjukkan pola pertumbuhan kedua industri tersebut. Dalam lima tahun terakhir hingga Oktober 2023, jumlah nomor izin edar yang diterbitkan BPOM untuk produk obat bahan alam mencapai 17.000 produk dan produk kosmetik mencapai lebih dari 434.000 produk. Peningkatan produksi obat bahan alam dan kosmetik yang dilakukan dengan berbasis pada kearifan lokal ini tentunya sangat potensial untuk mendukung pengembangan wellness tourism di Indonesia.

Indonesia dengan keindahan dan kekayaan alamnya yang luar biasa berpotensi untuk mengembangkan wellness tourism sebagai wisata kesehatan dan kebugaran, terlebih jika didukung dengan pemanfaatan dan pengembangan bahan baku lokal, seperti pada produksi obat bahan alam dan kosmetik natural. Tanaman obat, rempah-rempah, dan herbal Indonesia sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk obat bahan alam dan kosmetik unggulan nasional bahkan global. Hal ini dapat berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi kreatif serta ketahanan sistem kesehatan yang berkelanjutan.

“Untuk itu, BPOM berkomitmen terus memberikan keberpihakan pada kemudahan berusaha dan peningkatan kapasitas UMKM melalui pendampingan, serta fasilitasi dan pemberian insentif agar UMKM obat bahan alam dan kosmetik mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi. Kolaborasi lintas sektor pemerintah, akademisi, profesional, dan masyarakat juga mutlak diperlukan untuk mewujudkannya,” lanjut Plt. Kepala BPOM.

Kegiatan BPOM-UI: Entrepreneurship Day hari ini menghadirkan pameran industri dan UMKM obat bahan alam dan kosmetik sebagai acara pendukung. Selain itu, peserta kegiatan juga dapat mengikuti talkshow bertema “Peluang Usaha Obat Tradisional dan Kosmetik Untuk Mendukung Pengembangan Wellness Tourism di Indonesia”, serta workshop yang menghadirkan sejumlah narasumber ahli di bidangnya.

“Program ini diharapkan menjadi inkubator bisnis yang memfasilitasi civitas academica untuk menjadi entrepreneur. Kami mengundang perguruan tinggi lainnya untuk ikut berpartisipasi,” tutup Plt. Kepala BPOM.

Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut atau menyampaikan pengaduan obat dan makanan, dapat menghubungi lapor.go.id, Contact Center HALOBPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, WhatsApp 0811-9181-533, e-mail halobpom@pom.go.id, Instagram @BPOM_RI, Facebook Page @bpom.official, Twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia.

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana