Tuan Rumah The 16th WHO-IRCH Annual Meeting, Indonesia Tegaskan Komitmen Jadi Pemain Kunci Obat Herbal Dunia

14-10-2025 Dilihat 1619 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

SIARAN PERS

Nomor HM.01.1.2.10.25.159 Tanggal 14 Oktober 2025

Tentang

Tuan Rumah The 16th WHO-IRCH Annual Meeting,

Indonesia Tegaskan Komitmen Jadi Pemain Kunci Obat Herbal Dunia

Jakarta – Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan internasional. Organisasi Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) menunjuk Indonesia dalam hal ini BPOM sebagai penyelenggara The 16th Annual Meeting of the WHO–International Regulatory Cooperation for Herbal Medicines (WHO-IRCH). Pertemuan tahunan ke-16 yang dihelat di Jakarta pada 13--16 Oktober 2025 ini menggabungkan konsep rapat pleno, pameran, workshop, dan kunjungan ke industri obat bahan alam (herbal).

IRCH Chair Sungchol Kim dan Kepala BPOM Taruna Ikrar secara resmi membuka The 16th WHO-IRCH Annual Meeting pada Selasa (14/10/2025). IRCH 2025 dihadiri oleh 22 negara anggota, perwakilan WHO Regional Offices (WPRO dan EMRO), Kementerian/Lembaga, perguruan tinggi, serta asosiasi industri obat herbal, suplemen kesehatan, dan kosmetik.

IRCH merupakan jejaring kerja sama otoritas regulator obat herbal yang didirikan atas inisiatif WHO yang beranggotakan badan regulasi dari 49 negara yang berwenang dalam pengawasan obat bahan alam. Forum tersebut berupaya memfasilitasi kolaborasi dan berbagi pengetahuan di antara badan regulasi, yang bertanggung jawab atas pengawasan obat herbal, dalam meningkatkan keamanan dan khasiat produk herbal secara global.

Dalam forum ini, seluruh delegasi akan mengikuti rapat pleno, berbagi informasi regulasi obat herbal dan implementasi pengawasan di setiap negara, serta membuat rencana kerja untuk mengetahui kekuatan setiap negara dalam memproduksi obat herbal. Pertemuan ini juga akan membahas berbagai permasalahan seputar obat herbal, termasuk harmonisasi regulasi, dan strategi ke depan.

Indonesia sebagai mega biodiversity di dunia memiliki sejarah panjang pengobatan herbal. Dengan lebih dari 30.000 jenis tumbuhan yang tercatat, sekitar 9.600 di antaranya diketahui memiliki khasiat obat dan menjadi bahan utama ramuan jamu. Para peneliti telah menemukan bukti bahwa sejak 31.000 tahun lalu, amputasi bedah telah dipraktikkan di Kalimantan. Diyakini bahwa obat-obatan herbal digunakan untuk mendukung proses penyembuhan, mencegah infeksi, dan memberikan efek anestesi.

Namun, jumlah produk obat herbal yang terdaftar di BPOM masih terbatas. Meskipun lebih dari 18.000 obat herbal/jamu telah terdaftar, jumlah obat herbal terstandar (OHT) dan fitofarmaka masih sangat rendah, hanya 71 OHT dan 20 produk fitofarmaka. Hal ini menunjukkan bahwa potensi keanekaragaman hayati herbal Indonesia yang kaya masih memiliki peluang luas untuk dieksplorasi, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara optimal.

Oleh karena itu, Kepala BPOM menegaskan peran kepemimpinan Indonesia dalam pertemuan ini sangat besar dan menguntungkan untuk saling menguatkan sistem pengawasan dan membuka pasar. “The 16th WHO-IRCH Annual Meeting merupakan momen strategis untuk Indonesia memainkan peran sentral termasuk juga memperkenalkan obat herbal/jamu Indonesia di mata dunia,” jelas Kepala BPOM Taruna Ikrar. “Kehadiran anda di sini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat regulasi obat-obatan herbal,” tambahnya.

Di Indonesia, pengembangan obat herbal terus bergulir cepat. BPOM telah menetapkan kerangka kerja kolaborasi akademisi-bisnis-pemerintah (ABG) sebagai pendekatan strategis untuk memperkuat penelitian dan pengembangan obat herbal. Akademisi, sebagai pusat inovasi berkontribusi dengan menghasilkan gagasan penelitian dan memajukan pengembangan produk. Sektor bisnis memainkan peran kunci dalam menyediakan pendanaan dan memastikan bahwa produk memenuhi standar yang ditetapkan.

“Kami (BPOM) menyediakan regulasi dan pedoman untuk memastikan kepatuhan terhadap keamanan, khasiat, dan mutu. BPOM juga terus mendorong integrasi obat tradisional ke dalam sistem kesehatan nasional,” terang Kepala BPOM.

Lebih lanjut, Kepala BPOM meyakini jika masyarakat semakin proaktif dalam menjaga kesehatan, maka permintaan akan produk herbal berkualitas tinggi, aman, dan efektif tumbuh pesat. Hal ini menghadirkan peluang yang sangat besar, sekaligus tantangan regulasi yang signifikan yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara pun sendirian.

Untuk itu, forum seperti ini sangat diperlukan. Pertemuan ini memiliki 2 tujuan utama. Pertama, untuk meninjau dan melaporkan kemajuan kegiatan WHO-IRCH, berdasarkan hasil pertemuan terakhir di Istanbul pada 2024 lalu. Kedua, untuk melibatkan sebanyak mungkin stakeholders dalam workshop penting yang berfokus pada regulasi, keamanan, khasiat, dan mutu, obat herbal.

Sejumlah workshop akan digelar oleh kelompok kerja IRCH yakni Workshop on Safety and Regulation of Herbal Medicines; dan Workshop on Quality Control, Standardization and Sustainability of Herbal Medicines; . Workshop on Efficacy and Intended Use of Herbal Medicines juga akan digelar dalam rangkaian kegiatan IRCH.

Pada kegiatan ini, diselenggarakan  juga Indonesia Herbal Mini Expo 2025 (Exhibition) yang diikuti 22 industri dan asosiasi dibidang obat bahan alam,  suplemen kesehatan, dan kosmetik. Pameran ini merupakan sarana promosi bahan dan produk obat bahan alam Indonesia kepada anggota IRCH.

Di hari terakhir, para delegasi diajak berkunjung ke industri obat herbal yakni PT Dexa Laboratories of Biomolecular Science dan PT Dexa Medica Site Cikarang serta PT Bintang Toedjoe Situ Cikarang, Jawa Barat. Kunjungan industri ini adalah untuk memperkenalkan kemajuan riset dan pengembangan obat bahan alam di Indonesia terutama Ekosistem Jahe Merah dan Taman Herbal.

Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut atau menyampaikan pengaduan obat dan makanan, dapat menghubungi lapor.go.id, Contact Center HALOBPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, WhatsApp 0811-9181-533, e-mail halobpom@pom.go.id, Instagram @BPOM_RI, Facebook Page @bpom.official, Twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia.

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana