Seminar Perpustakaan Badan POM

17-03-2011 Umum Dilihat 2598 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Umum

SEMINAR SETENGAH HARI PERPUSTAKAAN BADAN POM
Tema: “Dengan Pepustakaan kita wujudkan Organisasi Badan POM yang Knowledge-Based

Pentingnya perpustakaan bagi suatu organisasi modern saat ini sudah tidak diragukan lagi. Apalagi organisasi yang Knowledge-Based seperti Badan POM. Perpustakaan merupakan unit pendukung  penting bagi organisasi induk untuk mendapatkan informasi ilmiah terkait bidang kegiatan yang dilakukan, sehingga perpustakaan yang dapat menyediakan informasi untuk kebutuhan organisasi induk merupakan tolok ukur keberhasilan perpustakaan, sekaligus menjadi tantangan yang yang tidak mudah.

Tergerak oleh keinginan untuk dapat mewujudkan perpustakaan yang bisa memberikan kontribusi signifikan bagi keseluruhan organisasi Badan POM, maka Pusat Informasi Obat dan Makanan yang saat ini membawahi pengelolaan Perpustakaan Badan POM, menyelenggarakan seminar setengah hari dengan tema “dengan Pepustakaan kita wujudkan Organisasi Badan POM yang Knowledge-Based”. Seminar diselenggarakan di Badan POM pada tanggal 17 Maret 2011. Peserta seminar adalah Tim Pengelola Perpustakaan Badan POM yang merupakan tim terpadu dari seluruh unit kerja di Badan POM Pusat serta Balai Besar POM Jakarta,. Sedangkan narasumber selain dari Pusat Informasi Obat dan Makanan adalah Hanindyo dari Perpustakaan Mahkamah Konstitusi.

Sebagaimana diketahui bahwa Perpustakaan Badan POM dikategorikan sebagai perpustakaan khusus instansi pemerintah, dengan target layanan untuk kalangan internal, meskipun tidak tetutup untuk dimanfaatkan oleh kalangan eksternal/masyarakat umum/stakeholders. Dalam seminar ini terungkap bahwa untuk memperluas cakupan pelayanan, maka untuk kalangan eksternal, sebagai wujud tanggungjawab kepada publik dan dalam rangka mencerdaskan bangsa, Badan POM perlu juga menyampaikan ketersedian informasi koleksi pustaka kepada pihak-pihak yang mungkin membutuhkan seperti Perguruan Tinggi Farmasi, Sekolah Menengah Farmasi, dan sebagainya.

Dari salah satu sesi seminar yang membahas tentang pentingnya penyusunan abstrak dalam pengelolaan perpustakaan dapat disimpulkan bahwa abstraksi penting untuk memudahkan pemustaka dalam pencarian informasi. Selain abstrak, bentuk lain adalah resensi. Dengan abstrak dan resensi pemustaka dapat mengetahui isi dari sebuah koleksi pustaka dalam bentuk mini. Secara teknis abstrak adalah rangkuman apa adanya, tidak boleh memberikan argumen, sedang pada resensi kita bisa menambahkan argumentasi pribadi. Dalam resensi biasanya ditulis dulu abstrak, kemudian diberikan pendapat penulis termasuk kelemahan yang perlu dikritisi. Untuk itu sebaiknya resensi betul-betul dibuat oleh orang yang paham dunia yang sedang ditulis.

”Ada dua jenis abstrak, yaitu abstrak indikatif dan abstrak informatif”, kata Hanindyo. Pembuatan abstrak informatif lebih berat daripada pembuatan abstrak indikatif, yang hanya menyajikan uraian singkat mengenai masalah yang terkandung dalam karya ilmiah lengkapnya. Hal yang perlu dihindari ketika membuat abstrak adalah terjadinya reduksi atau penyimpangan pengertian dari substansi yang ditulis, demikian juga ketika mengalih bahasakannya.

Seminar ini mendapat tanggapan antusias dari para peserta yang berjumlah sekitar 50 orang. Seminar dibuka oleh Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan, Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si. Seminar ditutup dengan harapan agar ke depan semangat untuk membangun perpustakaan yang terintegrasi antara Pusat dan Balai Besar/Balai POM dapat lebih diwujudkan. Hal ini menjadi lebih dimungkinkan dengan teknologi informasi. Sebagaimana diketahui bahwa Perpustakaan Badan POM saat ini selain bentuk konvensional juga sudah memiliki sistem elektronik (e-library) yang dapat diakses melalui website Badan POM http:\\www.pom.go.id atau melalui url http:\\perpustakaan.pom.go.id.

Pusat Informasi Obat dan Makanan
Biro Hukmas

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana